Geng-Geng..

nuffnang

30 April 2011

Aku Ingin Dicintai Kerana Allah..



Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala didalam hatimu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirianku
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian Aku bertanya
Jika ditengah itu rasa manjaku tiba mnyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kukuhnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?

Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau menganlku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkuarng akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena
Ku telah kau pilih sebagai cinta yang akan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar ku pinta alasan tetap bersama diriku
Maka ku pinta alasan tuk menjaga cinta ini...

Aku ingin kau cintai karena Allah..
karena Dia kan selalu ada tuk menjga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak,ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang padaNya.

Untuk dia yang ku ingin dia mencintaiku,
Kata yang ingin kuucap,kupegang dan kupertahankan,,setelah walimatul ursy'..

sumber:Muslimah solehah

29 April 2011

WaHai Diriku_Aku dan Novel Radha...



Wahai Diriku...
Lelaki yg warak tidak mahu bermain cinta..
kerana dia tahu apa tujuanya perhubungan di antara
Lelaki dan Perempuan
Yakni pernikahan..

Oleh itu
jagalah pandanganmu
Jagalah pakaianmu
Jagalah akhlakmu
Kuatkanlah pendirianmu

Andaikata..
Tiada cinta "dia" yg ku impikan selama ini
Cukuplah cinta ALLAH yg menyinar dan menyuluh jiwaku..

Biarlah hanya cinta ibu bapa
yg memberi kehangatan..
kebahagiaan buat diriku
cukuplah sekadar cinta adik-beradik serta keluarga dan sahabatku
yang akan membahgiakanku

Wahai Diriku
cintailah ALLAH di kala susah dan senang
kerana engkau akan memperolehi cinta dari insan yang juga mencintainya
cintailah kedua ibu bapa
kerana kau akan memperolehi keredhaan ilahi..
cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga
Biarlh tangan yg mengoncang buaian inidapat mengoncangkan dunia dalam mencari redha ILAHI..


18 April 2011

AKu dan Novel_cuRahan ciNta Niagara..



Kita selalu bertanya dan Al Quran menjawab...

Kita bertanya
kenapa aku di uji?

Al Quran menjawab..
Apakah manusia itu mengira bhwa mrk dibiarkan sahaja mengatakan
kami tlh beriman sdgkan mereka tidak diuji??
Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka
maka sesungguhnya ALLAH mengetahui org2 yg beriman,benar..
dan sesungguhnya dia mengetahui org2 yg berdusta..

surah: Al Ankabut ayat 2-3

Kita bertanya.,kenapa aku tak dpt apa yg aku idam-idamkan?

Al Quran menjawab:
Blh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu
Dan blh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk baginya
ALLAH mengetahui sdg kamu tidak ..

Surah: Al Baqarah ayat 216

Kita bertanya,kenapa ujian seberat ini?

Al Quran menjawab:
Allah tidak membebani seseorang itu malainkan sesuai dengan kemampuanya..

Surah: Al Baqarah ayat 286

Kita Bertanya.kenapa kita frust?

Al Quran Menjawab:
Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu beersedih hati
Padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya
jika kamu org2 yg beriman.

Surah:Ali Imran ayat 139

Kita bertanya,bagaimana harus aku menghadapinya?

Al quran menjawab:
Dan mintalah pertolongan kpd Allah dgn jalan sabar dan mengerjakan sembahyang
dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali org2 yg khusyuk

Surah: Al Baqarah ayat 45

Kita bertanya,kepaa siapa aku berharap?

Al Quran menjawab:cukuplah Allah bagiku tiada tuhan selainnya
hanya kepadanyalah aku bertawakal

Surah:At Tuabah ayat 129

Kita bertanya,apa yg aku dpt dari semua ujian ini?

Al Quran meenjawab:
Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang2 mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka..

Surah: At Taubah ayat 111





13 April 2011

waHai Saudariku..





Wahai saudariku an-nisa',,,


Engkau hendaklah maklum, Karena engkaulah hiasan dunia ...
Lantaran fitrah itu,
Engkau seringkali menjadi fitnah bagi para lelaki,
Dan memang itu bukan kesalahanmu, Tetapi itulah hakikat kejadianmu…


Wahai saudaraku ar-rijal,,,


Aku mengetahui kesepian hati seorang lelaki,
Yang seringkali memimpikan seorang teman di sisi,
Dan tentulah temanmu yang diimpi, Seorang srikandi…


Wahai saudariku an-nisa',
Aku mengetahui halusnya perasaanmu,
Engkau ingin disayangi, Ingin dimanjai,
Engkau juga ingin menyayangi, Juga ingin memanjai… Tetapi saudariku an-nisa',
Ketahuilah engkau,


Bercinta itu memang fitrah Tetapi janganlah engkau menodainya dengan fitnah…
Kalau benar engkau mengasihinya,
Kasihi dia karena Pencipta Fitrah,
Dan jika engkau benar mengasihinya, Karena Allah,
Engkau tak kan .., Melemparkan panah menggodamu,
Karena engkau tahu,
Itu bisa menggoyahkan iman seorang ar-rijal!
Dan engkau juga mengetahui,
Dia punya 9 akal dan 1 nafsu,
Namun nafsu itu sentiasa meraja di dalam dirinya,
Nafsunya bagai seorang raja yang menggila!
Karena engkau tahu saudariku an-nisa'
Dia kan terjerumus ke dalam api yang membara Andai dia menjadi hamba raja nafsu yang gila…
Adakah benar engkau mengasihinya karena Allah ..?


Wahai saudaraku ar-rijal,
Andai engkau mencintainya,
Cintailah dia karena Allah,
Letakkanlah Allah melebihi cintamu kepada dia,
Andai engkau mengasihinya karena Allah,
Engkau tidakkan bisa, Mengajaknya berkhalwat di taman sepi,
Karena engkau tahu, Dia punya 9 nafsu 1 akal,
Tetapi mampukah 1 akal menguasai 9 nafsu ...?
Andai engkau memang mengasihinya karena Allah,
Engkau tidakkan bisa menyentuhnya,
Walaupun yang ringan-ringan, Karena engkau tahu,
Itu sudah MENGHAMPIRI ZINA,
Dan engkau tahu bukan? Zina tempatnya di api Jahanam yang kekal abadi?
NaudzubiLLAHi min dzalik…


Apakah engkau benar mengasihinya,
Andai kau relakan dia terjun ke NERAKA?


Saudariku an-nisa',Saudaraku ar-rijal,
Aku mengasihimu LILLAH, Lantaran itu,
Dengarlah sedikit pesan ikhlas ini LILLah,
Manusia mana yang mampu hidup tanpa cinta?
karena itulah Hawa tercipta dari rusuk Adam,
Bercinta memang tak salah,
Tetapi letakkan cintamu kepada Rabb yang hakiki,
Dan engkau kan merasa cinta manusia… Sedikit Cuma…
Andai Allah yang engkau dahului,
Engkau takkan gelisah, ..
Andai dia tidak mengirim sebarang sms,
Engkau takkan cemas, ..
Andai suaranya tidak didengar walau teknologi di depan mata,
Engkau takkan rindu ...
Andai sehari tak bersua,
Engkau tidakkan kecewa andai dia terlupa mengatakan I LOVE U,
Karena engkau percaya… Allah lah yang terbaik, ...
Lantaran Allah yang terbaik, DIA akan menentukan yang terbaik untukmu,
DIA akan satukan juga hatimu dengan hatinya… Dan itulah yang dinamakan PERNIKAHAN.
Dan itulah yang terbaik buat kalian, Kalau ada jodoh tak kemana… Yakinlah! Apakah benar engkau meyakini takdir Allah...?


Maafkan aku para saudara dan saudari seimanku, Bicaraku mungkin penuh ketegasan,
Aku tidak membencimu, Tetapi aku membenci munkar itu
Dan karena aku takut
akan api jahanam yang bergolak itu, Aku menegur yang mana mampu,
Karena aku takut,
Andai aku tidak menegurmu,
Kita kan sama-sama terbaring disana, sebagai bahan bakarnya…
Yang terlalu pedih, yang terlalu siksa, yang terlalu AZAB.........!!!!!!


Nauzubillahi min dzalik…


Sama-samalah wahai sahabat terkasih,
Pagarilah imanmu,
Agar si iman itu tidak terlepas,
Cintailah DIA,
Karena DIAlah penjaga iman kita…
Yakinlah dengan Allah…
Serahkan segalanya pada Allah…
Karena DIA tahu yang terbaik,
Sedangkan kita tidak…


Akhirul kalam… Letakkan Allah dalam hatimu,
Engkau akan merindui-NYA,
Andai harimu tiada ingatan kepada-NYA,
Engkau akan gelisah,
Andai DIA Tidak mendengar rintihanmu…
Engkau kan rindu,
Andai DIA tidak memandangmu,
Engkau kan tenggelam dalam jutaan andai-andai,
Karena seperti itulah awal tertolaknya doa-doamu…
Dan itulah cinta hakiki…
Karena engkau yakin, Di sana adanya sebuah,
Pertemuan di taman SYURGA yang indah…
Pertemuan dengan Sang Pencipta ... SubhanAllah ...


Wallahu a'lam bishawab…Semoga bermanfa'at,InsyaAllah..


sumber:admin muslimah

31 March 2011

Perkara-perkara yg PERLU diketahui oleh MUSLIMAH..



Kebanyakan saudari muslimah secara tidak sadar atau karena belum tahu hukumnya dalam islam, melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat islam. Hal-hal yang dilarang keras bahkan pelakunya diancam siksaan yang pedih. Padahal Allah sudah memberikan tuntunan dan peringatan serta balasan atas perbuatan yang dilakukan. Dalam tulisan ini akan kami jelaskan beberapa hal yang sangat penting untuk diketahui kemudian dilaksanakan oleh setiap wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir dalam kehidupan mereka sehari-hari, hal-hal tersebut diantaranaya:

Kewajiban memakai Jilbab
Masih saja ada yang menanyakan(menyangsikan) kewajiban berjilbab. Padahal dasar hukumnya sudah jelas yaitu:
Surat Al-Ahzab ayat 59 (33:59) : Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijab keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebihi mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surat An-Nuur: ayat 31 (24:31) : Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung ”
“(Ini adalah) satu surat yang kami turunkan dan kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya”. (An-Nuur:1)


Ayat pertama Surat An-Nuur yang mendahului ayat-ayat yang lain. Yang berarti hukum-hukum yang berada di surat itu wajib hukumnya.


Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya:
“Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.”
Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.”
Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”
Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam:
“Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
Masihkah menyangsikan kewajiban mamakai Jilbab?

Menggunjing, Gosip = Ghibah.
Maaf saudari muslimah, ini juga sangat2 sering dilakukan tanpa sadar. Begitu saja terjadi dan tiak terasa bahwa itu salah satu dosa, karena begitu biasanya. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:


“Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?” Rasulullah menjawab, “kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).


Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah berfirman:


” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Menjaga Suara
Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Dia telah memperingatkan:


“Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32)


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).


Sebagai muslimah harus menjaga suara saat berbicara dalam batas kewajaran bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Wallahu a’lam

Mencukur alis mata.
Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu, dia berkata :


“Alloh Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Alloh”.


Mencukur alis atau menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk yang sebaik- baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.

Memakai Wangi-wangian: 
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).


Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallohu ‘alahi wa sallam:


“Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanah).


Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata :


Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133).


Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata :


“Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).


Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37


“Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan”.


Selanjutnya tentang pakaian seorang muslimah. Fenomena jilbab sangat bagus saat ini, tetapi sangat disayangkan dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang disyariatkan, jilbab gaul istilahnya.

6. Memakai Pakaian transparan dan membentuk tubuh/ketat

Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).


Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).


Ibnu Abdil Barr berkata : “Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”(Tanwirul Hawalik III/103).


Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : “Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).


Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).


Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71).


Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).

7. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Laki-laki.

Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).


Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)


Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu 'alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : “Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.”


Dalam lafadz lain : “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).


Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam bersabda:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan
memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” (Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).


Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.

8. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Wanita Kafir

Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya :


“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik (Al-Hadid:16).”


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya:
“Janganlah mereka seperti...” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha... hal. 43).


Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah berfirman :


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).“Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S.Al-baqarah:104).


Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek.


Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...