Geng-Geng..

nuffnang

07 March 2011

BAGAIMANA BIDADARIMU?

ASSALAMUALAIKUM...


Kali ini, saya ingin berkongsi sesuatu yang agak menarik dan berguna kepada kaum adam dan juga hawa. Semoga pengisian kali ini amat berguna kepada kita semua. INSYALLAH...

"Jangan kau kahwini wanita yang enam : yang ananah, yang mananah, dan yang hananah, dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang baraqah dan yang syadaqah"
- Imam Al-Ghazali-

Berdasarkan kata-kata di atas, terdapat 6 golongan wanita yang harus di elakkan untuk di kahwini. Untuk golongan hawa, hindarkanlah diri kalian semua daripada tergolong dalam golongan ini.

Wanita Ananah :
Wanita yang banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau berpura-pura sakit.

Wanita Mananah:
Wanita yang suka mengungkit-ngungkit terhadap suaminya. Wanita ini sering menyatakan seperti : "Aku membuat itu kerana mu"


Wanita Hananah :
Wanita yang menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.

Wanita Hadaqah :
Wanita yang melemparkan pandangan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya membelinya.

Wanita Baraqah :
1) Wanita yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya
2) Wanita yang marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkan bahagiannya.
http://cintakuhanyapadamu.blogspot.com
Wanita Syadaqah :
Wanita yang banyak bercakap perkara yang lagha (sia-sia) dan lagi membisingkan.

http://cintakuhanyapadamu.blogspot.com

05 March 2011

Ya ALLAH Aku Mahu BeRubaH..



Ya Allah..
Syukur Di Atas Nikmat Pancaindera-Mu..
Dengan Penglihatan…
Aku Dapat Melihat Segala Kekuasaan-Mu…
Mengagumi Segala Kebesaran-Mu…
Namun..
Dengannya Jualah…
Aku Melakukan Kemungkaran Pada-Mu..
Menjerumuskan Diriku Ke Lembah Dosa..
Melihat Pada Yang Tak Sepatutnya...
Membuatkan Diri Ini Alpa Saat Hidayah-Mu Tiba..


Seketika Ku Tersedar…
Mungkin Belum Terlambat…
Untukku Pahatkan Dalam Diri…
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Angkuh Di Bumi-Mu…
Alhamdulillah…
Hidayah-Mu Mematahkan Keangkuhanku..
Membangunkan Sifat Malu…
Yang Selama Ini Tersorok Dalam Diri..


Ku Tundukkan Pandanganku…
Yang Selama Ini Meliar...
Ku Timbulkan Kekeliruan..
Pada Teman-Teman..
Ku Tempis Segala Teguran Sinis..
Ku Tekadkan Dalam Kalbuku...
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Lalai Dalam
Menunaikan Hak-Mu...
Terleka Dengan Duniawi…
Terkadang Ku Abaikan Ukhrawi…


Subhanallah…
Sesungguhnya Kekuasaan-Mu Yang Paling Agung...
Kau Sedarkanku Di Saat Aku Hanyut… Masih Tak Terlambat…
Untuk Suatu Perubahan…


Ku Akur Pada Kekuasaan-Mu…
Lantas…
Ku Laungkan Dalam Hatiku…
Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Ku Pohon Hidayah-Mu…
Duhai Ayahanda & Bonda, Sahabat-Sahabat Serta Teman-Teman…
Bantulah Daku… Bimbinglah Daku…
Dalam Mencari… Cinta Yang Paling Agung..
Cinta Yang Esa…
Sesungguhnya…
Aku Mahu Berubah…!!!


www.iluvislam.com

Ya ALLAH Aku Mahu BeRubaH..







Ya Allah..
Syukur Di Atas Nikmat Pancaindera-Mu..
Dengan Penglihatan…
Aku Dapat Melihat Segala Kekuasaan-Mu…
Mengagumi Segala Kebesaran-Mu…
Namun..
Dengannya Jualah…
Aku Melakukan Kemungkaran Pada-Mu..
Menjerumuskan Diriku Ke Lembah Dosa..
Melihat Pada Yang Tak Sepatutnya...
Membuatkan Diri Ini Alpa Saat Hidayah-Mu Tiba..


Seketika Ku Tersedar…
Mungkin Belum Terlambat…
Untukku Pahatkan Dalam Diri…
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Angkuh Di Bumi-Mu…
Alhamdulillah…
Hidayah-Mu Mematahkan Keangkuhanku..
Membangunkan Sifat Malu…
Yang Selama Ini Tersorok Dalam Diri..


Ku Tundukkan Pandanganku…
Yang Selama Ini Meliar...
Ku Timbulkan Kekeliruan..
Pada Teman-Teman..
Ku Tempis Segala Teguran Sinis..
Ku Tekadkan Dalam Kalbuku...
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Lalai Dalam
Menunaikan Hak-Mu...
Terleka Dengan Duniawi…
Terkadang Ku Abaikan Ukhrawi…


Subhanallah…
Sesungguhnya Kekuasaan-Mu Yang Paling Agung...
Kau Sedarkanku Di Saat Aku Hanyut… Masih Tak Terlambat…
Untuk Suatu Perubahan…


Ku Akur Pada Kekuasaan-Mu…
Lantas…
Ku Laungkan Dalam Hatiku…
Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Ku Pohon Hidayah-Mu…
Duhai Ayahanda & Bonda, Sahabat-Sahabat Serta Teman-Teman…
Bantulah Daku… Bimbinglah Daku…
Dalam Mencari… Cinta Yang Paling Agung..
Cinta Yang Esa…
Sesungguhnya…
Aku Mahu Berubah…!!!


www.iluvislam.com

26 February 2011

Titipan Buat Muslimah..





♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Bismillahirrohmaanirrohiim
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥.


Saudariku,catatan kecil ini untuk diriku, dirimu,dan anda semua yang bergelar Muslimah.


Ukhti Fillah,,
Engkau adalah bunga kehidupan,teramat sayang bila memperlakukanmu dengan kasar karena hal itu akan merusak keindahan yang ada dalam dirimu dan menodai kesempurnaanmu sehingga menjadikanmu layu tak berseri.


Allah SWT telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat derajatmu dalam agama ini,


karenanya raihlah ia dengan memupuk ketaatanmu pada-NYA,


merajut benang-benang kehidupanmu diatas jalan Allah dan manhaj Rasul-Nya agar kebahagiaan tak pernah jemu menghampirimu.
Ingatlah selalu firman-Nya:


"Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rosulnya,maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (Al-Ahzab:71)


Camkanlah selalu dalam hatimu, bahwa berjalan diatas kebenaran (sunnah) ibarat memegang bara api,
banyak halangan dan rintangan yang menghalangimu.


Lihatlah keluar,
musuh kita bersatu padu untuk menghancurkan kita.


Dengan segenap daya dan upaya mereka ingin agar kita melepaskan pakaian akhlak dan rasa malu dari diri kita,
sehingga mereka lebih leluasa merongrong agama ini.


Sungguh aku tidak ingin dirimu dan juga diriku (dengan izin Allah) menjadi korban.
Karena itu palingkanlah wajahmu dari mereka dan sambutlah dengan penuh suka cita jalan kebenaran yang di tawarkan Allah dan Rasul-Nya.


Peganglah tali kendali itu dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh dalam kehancuran.
Kuatkanlah keteguhanmu berpegang pada agamamu,dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.


Ukhti Fillah..
Sesungguhnya mereka iri dengan apa yang kita miliki,
Sadarkah engkau saudariku??
Engkau adalah wanita berkedudukan tinggi, engkau wanita dengan kemuliaan,
kesucian dan kehormatan yang tinggi.


Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur'an,
engkau mulia dengan iman dan suci karena engkau berpegang teguh pada agama ini.


Oleh karena itu engkau adalah mutiara yang teramat mahal, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya apalagi menyakitinya.
Itulah kelebihan dan keistimewaan yang tidak akan kau dapati selain dalam agama ini.


Wahai,Ukhti Fillah yang senantiasa sholat dan sujud kepada Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluknyahdan menundukan pendengaran dan penglihatan untuk-Nya,
cukuplah hadist Rasulullah berikut sebagai penyejuk hati:


"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah" (H.R.MUSLIM).


Ya Ukhti,engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia, engkau adalah harapan agama,
yang di harapkan dapat melahirkan generasi robbani. Perhiasan itu tidak mudah di dapat,
harganya terlalu mahal dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap hamba Allah ingin mendapatkanya,
namun tidak semua bisa memilikinya.


Ia memberikan kesejukan di kala hati gersang dan menyegarkan pandangan di kala mata suram.
Perhiasan dunia itu,dalam kehidupanya senantiasa menampakan kemuliaan dirinya.


Bagaikan sekuntum mawar yang sedang mekar,harumnya tergambar dari pribadinya yang santun.
Tegas bicaranya, tunduk pandanganya,


Sedikitpun tidak ada keraguan dalam hati suaminya, jika meninggalkanya di rumah.
Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya. Ia tidak pernah berputus asa,


Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Serta ia tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatanya,
di saat wanita lain asyik memilih busana trendi, sibuk memoles tubuh dan wajah, berlomba-lomba memamerkan aurat mereka, engkau justru tampil dalam kesahajaan.
Ingatlah selalu saudariku, bunga yang istimewa hanya untuk yang istimewa.


Ukhti Fillah...
Itulah gambaran tentang dirimu. Sungguh teramat agung kedudukanmu.
Maka senantiasalah bersyukur kepada-Nya atas semua karunia,rahmat dan petunjuk-Nya.
Takutlah engkau pada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu agar engkau termasuk dalam golongan hambaNya yang selamat dan bahagia di dunia maupun di akhirat.


Jagalah akhlakmu,
jagalah pakaianmu,&jagalah pandanganmu.

Semoga Bermanfa'at.
Oleh:Admin Muslimah Sholehah
ƸӜƷ.¸¸✿¸.•❤•.❀.ƸӜƷ.❀.•❤•.¸✿¸¸.ƸӜƷ
✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik
✩ B uang yang buruk
✩ C iptakan yang baru
Keep Istiqomah wa HAMASAH


SUMBER:WWW.FACEBOKK.COM.MY/MUSLIMAH SOLEHAH

15 February 2011

TANGISAN TERAKHIR NABI MUNHAMMAD(SALAM MAULIDURRASUL BUAT SEMUA UMAT ISLAM)





Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”
“Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,” kata Fatimah lembut.
“Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan persahabatan di dunia. Dialah sang Malaikat Maut,” kata Rasulullah saw.
Fatimah menahan genangan air matanya.
Malaikat maut datang kepada-Nya, tetapi Rasulullah saw. bertanya mengapa Jibril tidak datang bersamanya.
Kemudian Rasulullah saw. menatap putrinya dengan pandangan nanar, seolah-olah ia tak ingin kehilangan setiap bagian dari wajah putrinya.
Kemudian, Jibril dipanggil. Jibril sebenarnya telah siap dia langit untuk menyambut ruh Rasulullah sang pemimpin Bumi.
“Wahai Jibril, jelaskan kepadaku tentang hak-hakku di hadapan Allah!”, Rasulullah saw. meminta dengan suara yang sangat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka. Para malaikat sedang menunggu ruh Anda. Semua pintu Surga terbuka luas menunggu Anda” kata Jibril.
Namun, kenyataannya, jawaban itu tidak membuat Rasulullah saw. lega.
Matanya masih penuh kekhawatiran.
“Anda tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.
“Ceritakan tentang nasib umatku di masa depan?” kata Rasulullah saw.
“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, saya mendengar Allah berkata:” Aku haramkan Surga untuk semua orang, sebelum umat Muhammad memasukinya, ” kata Jibril.
Waktu bagi malaikat Izrail melakukan pekerjaannya semakin dekat dan dekat.
Perlahan-lahan, ruh Rasulullah saw. dicabut.
Tampak tubuh Rasulullah saw. bermandikan peluh, saraf lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit ini!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam sallalahu mengerang dengan perlahan.
Fatimah memejamkan mata, Ali yang duduk di sampingnya tertunduk dalam dan Jibril pun memalingkan mukanya.
“Apakah aku sedemikian menjijikkan sehingga engkau memalingkan muka wahai Jibril?” Rasulullah saw. bertanya.
“Siapa yang bisa tahan melihat Kekasih Allah di ambang sakaratul mautnya?” kata Jibril.
“Bukan untuk berlama-lama,” kemudian Rasulullah saw. mengerang karena sakit yang tak tertahankan.
“Ya Allah betapa besar Sakaratul maut ini. Berikan kepadaku semua rasa sakit, tapi jangan untuk Umatku.”
Tubuh Rasulullah saw. mendingin, kaki dan dadanya tidak bergerak lagi.
Dengan berlinang air mata, bibirnya bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu.
Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw., “Jagalah shalat dan jagalah orang-orang lemah di antara kamu.”
Di luar ruangan, ada tangisan, ada kegaduhan. Para sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Sekali lagi, Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw. dan dengan mulut yang telah membiru serta air mata berlinang, Rasulullah berucap lirih: “Ummatii , Ummatii, Ummatii…” “Umatku, umatku, umatku…


SUMBER:http://blog.al-habib.info/id/tangis-terakhir-nabi-muhammad/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...