Geng-Geng..

nuffnang

17 March 2011

ApaKah eNgkau MeNginginkan kebaHagiaaaN????

Ukhti (Saudariku) Muslimah,


Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan di jalan Rasulullah, Allah berfirman:


Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)


Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan Rasul-Nya, Allah berfirman:


Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)


Saudariku Muslimah,


Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat darjat wanita selain ajaran Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita. Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini) dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan.


Allah berfirman:


Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59).


Saudariku Muslimah,


Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri. Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: "Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur'an dengannya!". Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha mengiringimu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala kesinambungan, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.


Saudariku Muslimah,


Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam (berpegang teguh) dengan hijabmu.


Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi :


Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya (dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).


Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutup seluruh badan.


Saudariku Muslimah,


Agamamu adalah bentengmu yang amat kukuh, (untuk) memelihara kesucian, rasa malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Bila saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa azab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebahagiannya semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka yang telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.




Saudariku Muslimah,


Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu bilakah bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.


Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)


Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluk untuk dihisab. Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah, Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Apakah jenis pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu-lagu yang menghiburkan, filem dan majalah-majalah (yang merosakkan) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat?


Tidak demi Allah!
Hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.


Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur-baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing. Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya. Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik atau tidak benar. Ini terjadi apabila engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa azab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan azab neraka. Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (penyembahan) selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahawa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.


Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, Semoga Allah menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.


Sumber :http://ummusalma.wordpress.com 
www.iluvislam.com

08 March 2011

uJiaN BuaT imaNku..


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

BAHAGIA belum tentu tersimpan di istana yang megah.
Bahagia pada sepasang kekasih tentu ada pasang surutnya.
Di manakah bahagia?

Pada keluasan ilmu, rezeki dan pangkat atau duduk bercengkerama dengan isteri dan anak?
Ternyata itu semua boleh juga menggoncang perasaan, memerah otak jadi lemah,
badan kering dan layu – sakit di hati yang susah mengubatinya.

Pakar motivasi menyatakan: “Anda adalah apa yang anda fikirkan mengenai diri anda.” Rasulullah SAW memberi petua lagi bernas, sabda Baginda bermaksud: “Sungguh hebat keadaan orang mukmin, mereka sentiasa berkeadaan baik.
Tidak terjadi yang demikian itu kecuali pada diri orang mukmin. Jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur, hal ini adalah kebaikan. Dan jika dia ditimpa kesusahan dia bersabar, itu juga kebaikan.” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Semuanya baik, baik dan baik. Apa-apa yang Allah pilihkan untuk kita adalah baik. Apabila sakit ubatnya adalah senyum dan reda.

Diuji dengan kekurangan harta tidak menjadi masalah bagi orang yang percaya bahawa bukankah selama ini Allah memberi lebih banyak daripada mengambil? Ibnu Mas’ud apabila ditanya: “Apakah engkau bersedih kerana kehilangan sebelah kakimu?” Beliau menjawab: “Bukankah Allah meninggalkan untukku yang sebelah lagi?”

Orang banyak mengatakan: “Bahagia itu adalah kepuasan hati.” Tetapi, pernahkah kita berfikir bahawa manusia tidak akan pernah puas? Selagi mana dia berada di dunia, pasti berhadapan dengan kekurangan. Kurang popular, kaya, cantik, sihat dan pelbagai tuntutan nafsunya yang tidak akan pernah terpenuhi dengan sempurna.

Selamilah dasar hati anda, percayalah bahawa sesungguhnya bahagia itu ada pada sifat reda. Ia bagaikan ubat yang menyejukkan orang yang demam. Seperti rimbunan pohon di tengah panas yang terik, umpama hembusan angin yang sepoi-sepoi bahasa memujuk hati yang luka.

Sesungguhnya apa yang datang kepada kita adalah baik belaka kerana Allah lebih mengetahui apa yang ’sesuai’ untuk kita. Dia yang memilih, yang Maha sempurna aturan-Nya, yang suci daripada cacat cela atas segala pentadbiran-Nya.

Sebagai manusia biasa ada kalanya kita ‘tidak terima’ dengan apa yang terjadi pada diri. Tetapi biarlah perasaan itu dikawal pada paras, hanya ‘terkejut’ dipuncaknya, kemudian surut dengan perasaan reda atas ketentuan-Nya. Firman Allah: “Allah pun reda ke atas diri mereka dan mereka pun reda dengan pemberian-Nya.” (Surah Al-Bayyinah, ayat 8.)

Ada dua rahsia yang terkandung dalam kalimah Allah itu. Pertama, ayat ini cuba memujuk kita bahawa apa yang datang kepada kita semuanya adalah hadiah pemberian Allah. Ujian itu sebenarnya hadiah yang paling mahal, tetapi kadang-kadang manusia menganggap cuma nikmat paling berharga.

Kedua, wujudnya hubungan kasih sayang di antara Allah dan hamba-Nya. Sayang akan melahirkan reda ke atas apa saja yang dilakukan oleh orang yang kita sayang. Kerana sayang, masakan isteri yang kurang garam terasa sedap juga. Kekasih yang menduga dan menyakiti hati kita terpaksa kita reda sebab sayang.

Tetapi, mengapa pula kita merajuk jika Allah menguji kesetiaan cinta kita. Jika sakit mengeluh panjang, lupa dengan hari-hari ketika sihat. Kalau rugi semua orang diamuk, di pejabat, di pasar, di rumah, di jalan raya semua terkena tempias kemarahannya. Rugi yang sedikit itu telah menutup kurniaan Allah yang banyak pada rezekinya selama ini.

Betapa sengsaranya orang yang tiada sifat reda. Hidup tidak tenang, dikejar rasa takut, hati rasa kosong padahal peti besinya penuh dengan duit. Segala hiburan dan perhiasan dunia memang boleh mendatangkan bahagia. Tetapi, bukan bahagia yang ‘diam’ dalam hati, ia cuma menempel sebentar pada dinding hati kemudian lenyap begitu cepat.


Carilah bahagia yang hakiki di atas jalan yang telah dibentangkan oleh kekasih Allah, Muhammad SAW. Bahagia itu adalah reda. Cukup senang formulanya, tetapi susah dilakukan kecuali oleh orang yang bijak mengawal perasaan lagi beriman.

07 March 2011

BAGAIMANA BIDADARIMU?

ASSALAMUALAIKUM...


Kali ini, saya ingin berkongsi sesuatu yang agak menarik dan berguna kepada kaum adam dan juga hawa. Semoga pengisian kali ini amat berguna kepada kita semua. INSYALLAH...

"Jangan kau kahwini wanita yang enam : yang ananah, yang mananah, dan yang hananah, dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang baraqah dan yang syadaqah"
- Imam Al-Ghazali-

Berdasarkan kata-kata di atas, terdapat 6 golongan wanita yang harus di elakkan untuk di kahwini. Untuk golongan hawa, hindarkanlah diri kalian semua daripada tergolong dalam golongan ini.

Wanita Ananah :
Wanita yang banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau berpura-pura sakit.

Wanita Mananah:
Wanita yang suka mengungkit-ngungkit terhadap suaminya. Wanita ini sering menyatakan seperti : "Aku membuat itu kerana mu"


Wanita Hananah :
Wanita yang menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.

Wanita Hadaqah :
Wanita yang melemparkan pandangan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya membelinya.

Wanita Baraqah :
1) Wanita yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya
2) Wanita yang marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkan bahagiannya.
http://cintakuhanyapadamu.blogspot.com
Wanita Syadaqah :
Wanita yang banyak bercakap perkara yang lagha (sia-sia) dan lagi membisingkan.

http://cintakuhanyapadamu.blogspot.com

05 March 2011

Ya ALLAH Aku Mahu BeRubaH..



Ya Allah..
Syukur Di Atas Nikmat Pancaindera-Mu..
Dengan Penglihatan…
Aku Dapat Melihat Segala Kekuasaan-Mu…
Mengagumi Segala Kebesaran-Mu…
Namun..
Dengannya Jualah…
Aku Melakukan Kemungkaran Pada-Mu..
Menjerumuskan Diriku Ke Lembah Dosa..
Melihat Pada Yang Tak Sepatutnya...
Membuatkan Diri Ini Alpa Saat Hidayah-Mu Tiba..


Seketika Ku Tersedar…
Mungkin Belum Terlambat…
Untukku Pahatkan Dalam Diri…
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Angkuh Di Bumi-Mu…
Alhamdulillah…
Hidayah-Mu Mematahkan Keangkuhanku..
Membangunkan Sifat Malu…
Yang Selama Ini Tersorok Dalam Diri..


Ku Tundukkan Pandanganku…
Yang Selama Ini Meliar...
Ku Timbulkan Kekeliruan..
Pada Teman-Teman..
Ku Tempis Segala Teguran Sinis..
Ku Tekadkan Dalam Kalbuku...
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Lalai Dalam
Menunaikan Hak-Mu...
Terleka Dengan Duniawi…
Terkadang Ku Abaikan Ukhrawi…


Subhanallah…
Sesungguhnya Kekuasaan-Mu Yang Paling Agung...
Kau Sedarkanku Di Saat Aku Hanyut… Masih Tak Terlambat…
Untuk Suatu Perubahan…


Ku Akur Pada Kekuasaan-Mu…
Lantas…
Ku Laungkan Dalam Hatiku…
Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Ku Pohon Hidayah-Mu…
Duhai Ayahanda & Bonda, Sahabat-Sahabat Serta Teman-Teman…
Bantulah Daku… Bimbinglah Daku…
Dalam Mencari… Cinta Yang Paling Agung..
Cinta Yang Esa…
Sesungguhnya…
Aku Mahu Berubah…!!!


www.iluvislam.com

Ya ALLAH Aku Mahu BeRubaH..







Ya Allah..
Syukur Di Atas Nikmat Pancaindera-Mu..
Dengan Penglihatan…
Aku Dapat Melihat Segala Kekuasaan-Mu…
Mengagumi Segala Kebesaran-Mu…
Namun..
Dengannya Jualah…
Aku Melakukan Kemungkaran Pada-Mu..
Menjerumuskan Diriku Ke Lembah Dosa..
Melihat Pada Yang Tak Sepatutnya...
Membuatkan Diri Ini Alpa Saat Hidayah-Mu Tiba..


Seketika Ku Tersedar…
Mungkin Belum Terlambat…
Untukku Pahatkan Dalam Diri…
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Angkuh Di Bumi-Mu…
Alhamdulillah…
Hidayah-Mu Mematahkan Keangkuhanku..
Membangunkan Sifat Malu…
Yang Selama Ini Tersorok Dalam Diri..


Ku Tundukkan Pandanganku…
Yang Selama Ini Meliar...
Ku Timbulkan Kekeliruan..
Pada Teman-Teman..
Ku Tempis Segala Teguran Sinis..
Ku Tekadkan Dalam Kalbuku...
Bahawa… Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Jika Dulu Aku Lalai Dalam
Menunaikan Hak-Mu...
Terleka Dengan Duniawi…
Terkadang Ku Abaikan Ukhrawi…


Subhanallah…
Sesungguhnya Kekuasaan-Mu Yang Paling Agung...
Kau Sedarkanku Di Saat Aku Hanyut… Masih Tak Terlambat…
Untuk Suatu Perubahan…


Ku Akur Pada Kekuasaan-Mu…
Lantas…
Ku Laungkan Dalam Hatiku…
Aku Mahu Berubah…!!!


Ya Allah…
Ku Pohon Hidayah-Mu…
Duhai Ayahanda & Bonda, Sahabat-Sahabat Serta Teman-Teman…
Bantulah Daku… Bimbinglah Daku…
Dalam Mencari… Cinta Yang Paling Agung..
Cinta Yang Esa…
Sesungguhnya…
Aku Mahu Berubah…!!!


www.iluvislam.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...